Rabu, 01 Juli 2009

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

: KEGIATAN BELAJAR 3
KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 3, Anda dapat:
1. menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi;
2. menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati;
3. menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip Bionemial Nomenklatur;
4. mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana; dan
5. membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi | Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |

2. Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup
Kegiatan klasifikasi tidak lain adalah pembentukan kelompok-kelompok makhluk hidup dengan cara mencari keseragaman ciri atau sifat di dalam keanekaragaman ciri yang ada pada makhluk hidup tersebut.
Telah Anda ketahui bahwa makhluk hidup sangat banyak jumlahnya dan sangat beranekaragam ciri dan sifatnya. Tentunya sangat sulit mempelajari makhluk hidup yang sangat beranekaragam tersebut. Untuk itu perlu dicari cara yang paling baik, yaitu dengan melakukan pengelompokan atau klasifikasi makhluk hidup. Jadi tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah menyederhanakan obyek kajian, sekaligus mempermudah dalam mengenali keanekaragaman makhluk hidup.
Bagaimanakah cara klasifikasi makhluk hidup? Sejak zaman prasejarah manusia sudah melakukan pengelompokan makhluk hidup. Ada kelompok hewan berbisa dan tidak berbisa, kelompok hewan pemangsa dan yang dimangsa, serta hewan yang berguna dan merugikan bagi manusia. Demikian juga tumbuhan, ada tumbuhan obat-obatan, dan tumbuhan penghasil pangan. Selain itu ada pula tumbuhan sayur-sayuran dan buah-buahan serta umbi-umbian.
Anda dapat melakukan pengelompokan makhluk hidup seperti di atas. Melalui pengamatan di lingkungan sekitar, Anda dapat mengelompokkan hewan berkaki dua dan berkaki empat, serta hewan pemakan rumput dan pemakan daging. Demikian pula pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan buah-buahan, sayur-sayuran dan sebagainya.
Pengelompokan makhluk hidup dapat pula kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, di pasar ada kelompok sayuran, buah-buahan, hewan ternak dan lain-lain. Hal ini dilakukan untuk memudahkan kita memperolehnya serta memanfaatkannya.
Berdasarkan contoh-contoh di atas, maka pengelompokan atau klasifikasi makhluk hidup pada zaman prasejarah, antara lain berdasarkan manfaat bagi manusia.
Perkembangan selanjutnya, para ilmuwan telah mengembangkan cara pengelompokan makhluk hidup yang lebih baik dan lebih maju dibandingkan dengan cara-cara pengelompokan pada zaman prasejarah. Contoh; Aristoteles (384 – 322 SM), mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata. John Ray (1627 – 1708), merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup kecil. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies. Carolus Linnaeus (1707 – 1778), mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesamaan struktur. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur. Pada tahun 1969 R.H Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom/kerajaan, yaitu Monera (bakteri dan ganggang biru); Protista (ganggang dan protozoa); Fungi (jamur); Plantae (tumbuhan); dan Animalia (hewan).

Gambar 16. Kerajaan makhluk hidup menurut Whittaker
Masing-masing kingdom/kerajaan makhluk hidup dibagi-bagi menjadi Divisio/Divisi untuk tumbuhan dan Phylum/Filum untuk hewan. Setiap Divisi atau Filum terbagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Demikian dan seterusnya.
Setiap kelompok yang terbentuk dari hasil klasifikasi makhluk hidup, disebut Takson. Lahirlah istilah taksonomi (takson = kelompok, nomos = hokum), atau juga disebut sistematika (susunan dalam suatu system). Berdasarkan uraian diatas dapat ditafsirkan, bahwa para ilmuwan mengelompokan makhluk hidup beerdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan baik morfologi, fisiologi, dan anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat hubungan kekerabatannya.
Makin sedikit persamaannya, makin jauh kekerabatannya. Makhluk hidup yang memiliki banyak persamaan ciri, dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertile (subur), maka makhluk ini dimasukkan ke dalam suatu kelompok (takson) yang disebut spesies atau jenis.
Contohnya: Spesies kucing (Felis domestica)
Spesies harimau (Felis tigris)
Beberapa spesies atau jenis yang berkerabat dekat dapat dikelompokkan de dalam takson Familia (suku). Familia yang berkerabat dekat membentuk Ordo (bangsa), dan Ordo-ordo yang berkerabat dekat dikelompokkan ke dalan Classis (kelas). Kelas-kelas yang berkerabat dikelompokkan ke dalam Phylum (Filum) untuk hewan, pada tumbuhan disebut Divisio atau Divisi. Semua Filum dan atau Divisi yang berkerabat membentuk Kingdom atau kerajaan.
Dengan cara demikian maka terbentuklah tingkatan klasifikasi atau tingkatan takson. Semakin tinggi kedudukan suatu takson maka semakin sedikit persamaan ciri tetapi semakin banyak jumlah anggotanya. Sebaliknya, semakin rendah kedudukan takson, semakin banyak persamaan ciri, tetapi jumlah anggotanya sedikit.
Untuk membantu memahami uraian di atas, perhatikan skema atau bagan berikut!

Gambar 17. Skema tingkatan takson, spesies (jenis), sampai kingdom (kerajaan)
Bagaimanakah penempatan takson pada penulisan klasifikasi? Untuk mendapat gambaran susunan takson dalam penulisan sistem klasifikasi, Anda dapat mengamati contoh berikut:
a. Klasifikasi hewan kucing
Kerajaan (Kingdom)
Chordata Kelas (Classis)
Carnivora Suku (Familia)
Felis Jenis (Spesies) :
:
:
: Animalia Filum (Phylum)
Mamalia Bangsa (Ordo)
Felidae Marga (Genus)
Felis Catus (kucing)

b. Klasifikasi tumbuhan padi
Kerajaan (Kingdom)
Divisi (Divisio)
Anak Divisi (Sub Divisio)
Kelas (Classis)
Bangsa (Ordo)
Suku (Familia)
Marga (Genus)
Jenis (Spesies) :
:
:
:
:
:
:
: Plantae
Spermatophyta
Angiospermae
Monocotyledoncae
Poales
Poaceae
Oryza
Oryza Sativa (padi)
Sesuai dengan perkembangan klasifikasi, maka pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup tidak lagi berdasarkan manfaatnya tetapi sudah berdasarkan ciri-ciri morfologi,anatomi dan fisiologinya.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi| Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005



: KEGIATAN BELAJAR 3
KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 3, Anda dapat:
1. menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi;
2. menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati;
3. menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip Bionemial Nomenklatur;
4. mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana; dan
5. membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi| Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |

Selamat Anda sudah selesai mempelajari kegiatan 2. Anda sudah memiliki pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, baik tingkat gen, tingkat jenis maupun tingkat ekosistem. Pengetahuan keanekaragaman hayati akan membantu Anda untuk memulai mempelajari kegiatan 3, yaitu klasifikasi keanekaragaman hayati. Semoga Anda selalu optimis, dan mampu mempelajari kegiatan 3. Selamat mempelajari!
1. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
Jika Anda pergi ke supermarket atau pasar, Anda akan melihat deretan buah yang disusun rapi. Buah jeruk dikelompokkan dalam satu tempat. Demikian pula buah mangga, buah pisang, buah apel, buah papaya dan lain-lainnya dikelompokkan dan diletakkan di tempat tersendiri. Melalui pengelompokan ini, pengunjung atau pembeli akan lebih mudah mencari buah yang diinginkannya. Apa yang terjadi jika buah-buahan tersebut bercampur di tempat yang sama?
Demikian pula dengan makhluk-makhluk hidup yang lain. Untuk menyederhanakan begitu banyaknya jenis makhluk hidup sehingga mudah dipelajari, maka dikembangkan cabang Biologi khusus yang disebut Taksonomi. Taksonomi merupakan ilmu tentang identifikasi tatanama dan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan aturan tertentu.
Klasifikasi yang dilakukan oleh para ahli Biologi bertujuan untuk:
1. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal;
2. mengelompokkan makhluk hidup berdassarkan ciri-cirinya;
3. mengetahui hibungan kekerabatan antar makhluk hidup;dan
4. mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.

Sedangkan klasifikasi memiliki manfaat penting yang dapat langsung diterapkan bagi kepentingan manusia, yaitu:
1. Pengelompokan memudahkan kita mempelajari organisme yang beraneka ragam.
Contoh pengelompokan berdasarkan manfaat:

Keterangan:
A. Daun dewa I. Bayam
B. Padi J. Ketela Pohon
C. Bunga Mawar K. Kumis Kucing
D. Bunga Anggrek L. Jagung
E. Sirih M. Bunga sepatu
F. Bunga kertas N. Kentang
G. Pule Pandah O. Jahe
H. Bunga lolipop

2. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh : harimau memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan kucing daripada dengan komodo, karena harimau dan kucing memiliki banyak persamaan ciri-ciri, misalnya: harimau dan kucing sama-sama menyusui, bertulang belakang, berkaki empat, karnivor dan berambut. Sedangkan komodo bertelur, berkaki empat, kulit bersisik dan melata.

Gambar 15. Pedagang buah mengelompokkan buah menurut jenis dan ukurannya untuk mempermudah pelayanan.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi|Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005


EGIATAN BELAJAR 3
KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 3, Anda dapat:
1. menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi;
2. menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati;
3. menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip Bionemial Nomenklatur;
4. mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana; dan
5. membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi | Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |

3. Sistem-sistem Klasifikasi
Telah dijelaskan pada uraian materi di atas, bahwa untuk klasifikasi makhluk hidup menggunakan dasar atau kriteria tertentu, yaitu persamaan ciri atau sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang terdapat pada makhluk hidup.
Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya Taksonomi. Saat ini diketahui terdapat 3 (tiga) system klasifikasi makhluk hidup, yaitu Sistem Artifisial (Buatan), Sistem Alami, dan Sistem Filogenetik.
Secara berurutan kita mulai dari klasifikasi makhluk hidup menurut Sistem Artifisial atau buatan.
a. Sistem Artifisial atau Buatan
Sistem Artifisial adalah klasifikasi yang menggunakan satu atau dua ciri pada makhluk hidup. Sistem ini disusun dengan menggunakan ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia, atau sifat lainnya. Misalnya klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar habitat (tempat hidup), habitus atau berdasarkan perawakan (berupa pohon, perdu, semak, ternak dan memanjat).
Tokoh sistem Artifisial antara lain Aristoteles yang membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Ia pun membagi tumbuhan menjadi kelompok pohon, perdu, semak, terna serta memanjat. Tokoh lainnya adalah Carolus Linnaeus yang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan alat reproduksinya.
b. Sistem Alami
Klasifikasi sistem alami dirintis oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. Sistem ini menghendaki terbentuknya kelompok-kelompok takson yang alami. Artinya anggota-anggota yang membentuk unit takson terjadi secara alamiah atau sewajarnya seperti yang dikehendaki oleh alam.
Klasifikasi sistem alami menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar. Contoh, hewan berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, hewan bersayap, hewan bersirip, hewan berbulu, bersisik, berambut dan lain-lain. Sedangkan pada tumbuhan, ada kelompok tumbuhan berkeping biji satu, berkeping biji dua.
c. Sistem Filogenetik
Klasifikasi sistem filogenetik muncul setelah teori evolusi dikemukakan oleh para ahli biologi. Pertama kali dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859. Menurut Darwin, terdapat hubungan antara klasifikasi dengan evolusi.
Sistem filogenetik disususn berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan antara takson yang satu dengan yang lainnya. Selain mencerminkan persamaan dan perbedaan sifat morfologi dan anatomi maupun fisiologinya, sistem ini pun menjelaskan mengapa makhluk hidup semuanya memiliki kesamaan molekul dan bio kimia, tetapi berbeda-beda dalam bentuk susunan dan fungsinya pada setiap makhluk hidup.
Jadi pada dasarnya, klasifikasi sistem filogenetik disusun berdasarkan persamaan fenotip yang mengacu pada sifat-sifat bentuk luar, faal, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya.
Perhatikan gambar atau diagram pohon filogenetik hewan dan filogenetik tumbuhan berikut ini yang menunjukkan urutan evolusi pada hewan dan pada tumbuhan.

Gambar 19. Klasifilasi dan evolusi, kerajaan, divisi, anak divisi, dan beberapa kelas, untuk menunjukkan kemungkinan urutan evolusi tumbuhan.

Contoh sederhana untuk menunjukkan pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup menurut sistem filogenetik, Anda dapat amati di kebun binatang. Di situ Anda akan menemukan kelompok hewan reptilia, amphibia, unggas, dan mamalia dan sebagainya.

Tata Nama Makhluk Hidup
Dalam kehidupan Anda, mungkin sering menemukan suatu jenis makhluk hidup, misalnya tanaman mangga dalam bahasa Indonesia memiliki nama yang berbeda-beda. Misalnya orang Jawa Tengah menyebutnya pelem, paoh bagi orang Jawa Timur, sedangkan di Sumatera Barat disebut pauh. Contoh lain, pisang dalam bahasa Indonesia, di Jawa Barat disebut cau, sedangkan di Jawa Tengah dinamakan gedang. Nama mangga dan pisang dapat berbeda-beda menurut daerah masing-masing, dan hanya dimengerti oleh penduduk setempat.
Agar nama-nama tersebut dimengerti oleh semua orang, maka setiap jenis makhluk hidup perlu diberi nama ilmiah dengan menggunakan nama latin, sesuai dengan kode Internasional Tata Nama Tumbuhan dan Hewan. Nama ilmiah makhluk hidup digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia. Walaupun kadang-kadang sulit di eja atau diingat, tetapi diharapkan suatu organisme hanya memiliki satu nama yang benar. Upaya memberi nama ilmiah makhluk hidup yang dirintis oleh para ilmuwan, akhirnya melahirkan sistem tata nama binomial nomenklatur (tata nama biner) yang meliputi ketentuan pemberian nama takson jenis. Di samping itu akan dibahas juga tata nama untuk takson Marga dan Suku.
a. Nama Jenis
Nama jenis untuk hewan maupun tumbuhan harus terdiri atas dua kata tunggal (mufrad) yang sudah dilatinkan. Misalnya, tanaman jagung nama spesiesnya (jenis) Zea Mays. Burung merpati nama spesiesnya Columbia livia. Kata pertama merupakan nama marga (genus), sedangkan kata kedua, merupakan petunjuk spesies atau petunjuk jenis. Dalam penulisan nama marga, huruf pertama dimulai dengan huruf besar, sedangkan nama petunjuk jenis, seluruhnya menggunakan huruf kecil. Selanjutnya setiap nama jenis (spesies) makhluk hidup ditulis dengan huruf cetak miring atau digaris-bawahi agar dapat dibedakan dengan nama atau istilah lain.


b. Nama Marga (Genus)
Nama marga tumbuhan maupun hewan terdiri atas suku kata yang merupakan kata benda berbentuk tunggal (mufrad). Huruf pertamanya ditulis dengan huruf besar. Contoh, marga tumbuhan Solanum (terong-terongan), marga hewan Felis (kucing), dan sebagainya.
c. Nama Suku (Familia)
Nama-nama suku pada umumnya merupakan suku kata sifat yang dijadikan sebagai kata benda berbentuk jamak. Biasanya berasal dari nama marga makhluk hidup yang bersangkutan. Bila tumbuhan, maka ditambahkan akhiran aceae. Contoh, nama suku Solanaceae, berasal dari kata Solanum + aceae. Tetapi bila hewan ditambahkan dengan idea. Contoh, nama suku Felidae, berasal dari kata Felis + idea. Demikian uraian tentang tata nama makhluk hidup. Untuk melatih penulisan nama jenis/spesies yang benar menurut tata nama biner, cobalah Anda kerjakan latihan berikut ini.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi | Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005


.: KEGIATAN BELAJAR 3
KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 3, Anda dapat:
1. menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi;
2. menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati;
3. menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip Bionemial Nomenklatur;
4. mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana; dan
5. membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi |Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |

TUGAS
Untuk lebih memahami kegiatan 3. Silahkan kerjakan tugas berikut ini, untuk mengetahui kemampuan Anda.
1. Memahami Klasifikasi Sistem Artifisial
Alat dan Bahan:
1. Gambar beberapa jenis hewan
2. Buku catatan praktikum
Langkah kerja:
1.
2. Amati gambar jenis hewan
Kelompokkan hewan-hewan tersebut berdasarkan habitat/tempat hidupnya ke dalam tabel.

Gambar 13. Keanekaragaman hewan

Pertanyaan:
1. Berdasarkan habitat tempat hidupnya,
a.
b. hewan apa saja yang hidup di darat?
hewan apa saja yang hidup di laut?
2. Apa yang dimaksud dengan klasifikasi?

2. Memahami Klasifikasi Sistem Alami
Alat dan Bahan:
1. Gambar beberapa jenis hewan.
2. Buku catatan praktikum
Langkah kerja:
1. Amati gambar jenis-jenis hewan
2. Kelompokkan hewan-hewan tersebut berdasarkan penutup hidupnya.
3. Isikan hasi pengamatan ke dalam tabel


Pertanyaan:
1. Berdasarkan hasil pengamatanmu, hewan manakan yang memiliki
a.
b.
c. Penutup tubuh sisik, adalah …………. dan ……………
Penutup tubuh bulu, adalah …………. dan …………….
Penutup tubuh rambut, adalah …………. dan …………….
2. Apakah yang dimaksud dengan klasifikasi sistem alami?

JAWABAN
1. Memahami Klasifikasi Sistem Artifisial

1. a. Kadal dan Ular
b. Ikan Salem dan Ikan Tuna
2. Klasifikasi sistem artificial adalah sistem klasifikasi yang menggunakan satu atau dua sifat makhluk hidup yang sesuai dengan keinginan manusia.

2. Memahami Klasifikasi Sistem Alami
1. a. Penutup tubuh sisik, adalah ikan dan ular
b. Penutup tubuh bulu, adalah ayam dan burung
c. Penutup tubuh rambut, adalah kuda dan kera
2. Klasifikasi system alami adalah klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sifat morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar.
Bagaimana mudah bukan? Bagus! Lalu bagaimana cara mengidentifikasi organisme (makhluk hidup) yang baru saja dikenal?
Untuk mengidentifikasi makhluk hidup yang baru saja dikenal, kita memerlukan alat pembanding. Alat pembanding dapat berupa gambar, realita atau spesimen (awetan hewan atau tumbuhan), hewan atau tumbuhan yang sudah diketahui namanya, atau kunci identifikasi. Kunci identifikasi disebut juga kunci determinasi.
Penggunaan kunci identifikasi dalam identifikasi telah lama digunakan. Kunci identifikasi pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus. Namun sebenarnya Lamarck lah (1778) yang menggunakan kunci modern untuk tujuan identifikasi. Salah satu kunci identifikasi yaitu kunci analisis menggunakan ciri-ciri taksonomi yang saling berlawanan. Tiap langkah dalam kunci tersebut dinamakan kuplet, terdiri dari dua bait atau lebih. Kedua bait tersebut berisi dua ciri yang saling berlawanan, sehingga disebut kunci dikotomis. Jika salah ssatu ada yang sesuai/cocok, maka alternatif lainnya akan gugur. Sebagai contoh, kunci dikotomis memuat pilihan sebagai berikut:
1a. Tumbuhan berupa herba
1b. Tumbuhan berkayu
Jika yang dipilih adalah 1a (Tumbuhan berupa herba), berarti pilihan 1b gugur. Pilihan selanjutnya, misalnya:
2a. Benang sari 5 buah atau lebih
2b. Benang sari kurang dari 5 buah
Jika yang dipilih 2b, dengan sendirinya 2a gugur, demikian seterusnya sampai akhirnya nama jenis diketahui.
Pada umunya buku penuntun (manual) identifikasi makhluk hidup dilengkapi dengan kunci identifikasi, dan hanya berlaku setempat (lokal).
Kunci dikotomis disusun menggunakan ciri-ciri taksonomi yang saling berlawanan.
Untuk melatih kalian bagaimana melakukan identifikasi hewan dan tumbuhan, lakukanlah kegiatan 1 dan 2.

3. Memahami Klasifikasi Sistem Alami
Kegiatan : Identifikasi Tumbuhan (Hibiscus rosasinencis)
Tujuan : mengidentifikasi tumbuhan menggunakan kunci dikotomis sampai tingkat familia.
Alat dan Bahan:
1. Berbagai tumbuhan yang ada dilingkungan sekitar.
Langkah kerja:
1. Kumpulkan tumbuhan-tumbuhan yang telah anda peroleh
2. Identifikasi tumbuhan-tumbuhan tersebut sampai tahap familia dengan menggunakan kunci dikotomis yang tersedia.
Kunci Identifikasi Dikotomis
1. a. Tanaman bergetah …………………………….....…………………….
b. Tanaman tanpa getah ……………………….....………………………….

2. a. Daun berbentuk ginjal atau jantung, bertulang menjari, tepi daun beringgit atau berlekuk, merayap, bunga berbentuk payung ………… umbeliferae.
b. b. Daun tidak berbentuk ginjal atau jantung ……………......………………

3. a. Mempunyai seludang daun yang memeluk batang, kadang-kadang mempunyai selaput bumbung yang memeluk batang ……………..……
b. Tidak ada seludang daun yang jelas …………………………...………….

4. a. Tulang lateral banyak, lurus dan segar, tegak lurus, atau bersudut besar dengan ibu tulang daun ……………………………………….…….
b. Tulang lateral tidak demikian …………………………......……………….

5. a. Batang berdaun tegak dengan pelepah daun memeluk batang, ada rishoma (akar rimpang) …………………..............………. Zingiberaceae
b. Batang tidak demikian …………………….....….…………………………

6. a. Batang dengan banyak buku yang berselaput bumbung pipih di dalam ketiak daun ……………………...................................…. Polygonaceae
b. Tidak ada selaput bumbung diketiak daun, seludang terbentuk dari tangkai daun …………………………………...……………………………..

7. a. Bakal buah menumpang (di atas). Bunga sedikit atau banyak terdapat di dalam daun pelindung yang terlipat ……………………. Commelinaceae
b. Bakal buah tidak terlindung diantara daun pelindung ……... Cannaceae

8. a. Daun berbentuk kupu-kupu membelah dua ………….... Caecalpinaceae
b. Daun tidak berbentuk kupu-kupu ………………....………………………

9. a. Daun memanjang dengan tulang daun sejajar ………….……………
b. Susunan tulang daun menjari atau menyirip

10. a. Tepi daun beerduri tempel …………………....…........………………..
b. Tanaman tidak berduri tempel ……………………………… Liliaceae

11. a. Daun penumpu meninggalkan bekas yang berbentuk cincin melingkar cabang, bunganya besar, tunggal ……………………… Magnoliaceae
b. Tidak ada bekas berbentuk cincin ………………………………………

12. a. Kelopak dengan banyak kelenjar yang berbentuk tombol atau berbentuk rambut ……………………………………………………………………
b. Tidak ada kelenjar pada kelopak ………………………………………..

13. a. Cabang pipih, beruas, dan bergaris melintang yang halus. Anak daun dan bunga terletak berselingan pada batang ………….. Polygonaceae
b. Cabang tidak demikian ………………......………………………………..

14. a. Ujung ranting dan bawah daun tertutup dengan sisik ………………….
b. Ujung ranting dan bawah daun tidak bersisik ………………...…………

15. a. Daun dan pangkal daun berbentuk jantung dan bertulang menjari …………….....…. Malvaceae
b. Daun dan pangkal daun membulat bertulang menyirip ………………...
Bila Anda telah selesai melakukan identifikasi Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu), cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut:
1a. Tanaman tanpa getah
2b. Daun tidak berbentuk ginjal atau jantung
3b. Tidak ada seludang daun yang jelas
8b. Daun tidak berbentuk kupu-kupu
9b. Susunan tulang daun menjari atau menyirip
11b. Tidak ada bekas yang berbentuk cincin
12b. Tidak ada kelenjar pada kelopak
13b. Cabang tidak pipih, beruas dan bergaris melintang yang halus
14a. Ujung ranting atau bawah daun tertutup dengan sisik
15a. Daun dan pangkal daun berbentuk jantung dan bertulang menjari (MALVACEAE).
Kesimpulan: Bunga sepatu (Hibiscus rosasinencis) termasuk familia Malvaceae.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi |Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005

: KEGIATAN BELAJAR 3
KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 3, Anda dapat:
1. menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi;
2. menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati;
3. menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip Bionemial Nomenklatur;
4. mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana; dan
5. membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi |Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |


Pilihlah satu jawaban yang Anda anggap paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf di depan jawaban tersebut.
1. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri disebut ………..
A. taksonomi
B. sistematika
C. klasifikasi
D. tata nama ganda
E. takson
2. Berdasarkan system tata nama ganda, cara penulisan yang benar untuk nama jenis kelapa adalah …………………………
A. Cocos nucifera
B. Cocos Nucufera
C. cocos Nucifera
D. cocos nucifera
E. COCOS NUCIFERA

3. Untuk tingkatan takson yang tertinggi sampai terendah adalah ………………
A. kingdom - phylum/division - classis - ordo - genus - familia – spesies
B. kingdom - phylum/division - classis - ordo - familia - genus - spesies
C. kingdom - phylum/division - classis - ordo - spesies - genus – familia
D. kingdom - kelas - filum/division - ordo - famili - genus - spesies
E. kingdom - ordo - kelas - filum/division - genus - famili - spesies

4. Seorang siswa menentukan tumbuhan dengan ciri sebagai berikut : batang pendek di dalam tanah berupa rizoma, berakar serabut, tidak mempunyai bunga, dan berkembang biak dengan spora. Tumbuhan tersebut termasuk ke dalam divisio …………………….
A. Alga
B. Bryophyta
C. Pteridophyta
D. Gymnospermae
E. Fungi

5. Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk …………………..
A. menyederhanakan obyek studi
B. melestarikan jenis makhluk hidup
C. memberi nama ilmiah untuk setiap makhluk hidup
D. menemukan ciri setiap makhluk hidup
E. menentukan persamaan sifat antara makhluk hidup

6. Zea mays adalah nama ilmiah tanaman jagung. Kata Zea pada nama ilmiah tersebut menunjukkan …………….
A. familia
B. kelas
C. bangsa
D. genus
E. spesies

7. Berdasarkan sistem klasifikasi lima kingdom, bakteri dan ganggang biru termasuk kedalam dunia ……………..
A. Animalia
B. Plantae
C. Fungi
D. Protista
E. Monera

8. Pernyataan berikut yang benar mengenai Allium cepa (bawang merah) dan Allium sativum (bawang putih) adalah ……………..
A. jenis sama, marga sama
B. marga sama, suku berbeda
C. marga sama, jenis berbeda
D. jenis sama, marga berbeda
E. suku berbeda, jenis sama

9. Di bawah ini yang menunjukkan nama suku adalah ………………
A. Rubiaceae
B. Rubiales
C. Myrtales
D. Hibiscus
E. Hibiscus rosasinensis

10. Tanaman berikut berkerabat dekat dengan kacang tanah adalah …………….
A. jagung
B. padi
C. kedelai
D. kentang
E. ketela pohon

11. Sistem klasifikasi lima kingdom dikembangkan oleh …………………….
A. Aristoteles
B. Carolus Linnaeus
C. Charles Darwin
D. Robeert Hooke
E. Robeert H. Wittaker

12. Keuntungan nama ilmiah adalah …………………………
A. dikenal oleh ilmuwan lain
B. digunakan untuk beberapa jenis organisme
C. terdiri dari banyak nama ilmiah untuk satu jenis organisme
D. dikenal oleh ilmuwan biologi seluruh dunia
E. menggunakan bahasa Inggris

13. Orang pertama yang memperkenalkan sistem nama ganda adalah …………..
A. Carolus Linnaeus
B. Aristoteles
C. Charles Darwin
D. Gregor Mendel
E. Antoni Van Leuwenhoek

14. Ikan dan katak dikelompokkan pada kelas berbeda, tetapi mempunyai persamaan yaitu ………….
A. poikiloterm
B. vivipar
C. ovovivipar
D. homototerm
E. eksoskeleton

15. Berikut adalah nama ilmiah beberapa makhluk hidup yang tterdapat disekitar kita :
1. Curcuma domestica
2. Musa texstilis
3. Musa paradisiacal
4. Felix domestica
Berdasarkan nama ilmiahnya, manakah yang paling dekat kekerabatannya ?
A. 1dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 3 dan 4
E. 1 dan 4

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi |Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005
KEGIATAN BELAJAR 1
KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan 1, Anda dapat:
1. menjelaskan tentang konsep keseragaman dan keberagaman dari
makhluk hidup; dan
2. membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis
dan ekosistem.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi |Home |

Apabila Anda mendengar kata “Keanekaragaman”, dalam pikiran anda mungkin akan terbayang kumpulan benda yang bermacam-macam, baik ukuran, warna, bentuk, tekstur dan sebagainya. Bayangan tersebut memang tidak salah. Kata keanekaragaman memang untuk menggambarkan keadaan bermacam-macam suatu benda, yang dapat terjadi akibat adanya perbedaan dalam hal ukuran, bentuk, tekstur ataupun jumlah.
Sedangkan kata “Hayati” menunjukkan sesuatu yang hidup. Jadi keanekaragaman hayati menggambarkan bermacam-macam makhluk hidup (organisme) penghuni biosfer.
Keanekaragaman hayati disebut juga “Biodiversitas”. Keanekaragaman atau keberagaman dari makhluk hidup dapat terjadi karena akibat adanya perbedaan warna, ukuran, bentuk, jumlah, tekstur, penampilan dan sifat-sifat lainnya.
Sedangkan keanekaragaman dari makhluk hidup dapat terlihat dengan adanya persamaan ciri antara makhluk hidup. Untuk memahami konsep keseragaman dan keberagaman makhluk hidup pergilah Anda ke halaman sekolah. Amati lingkungan sekitarnya! Anda akan menjumpai bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Jika Anda perhatikan tumbuhan-tumbuhan itu, maka Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang berbatang tinggi, misalnya: palem, mangga, beringin, kelapa. Dan yang berbatang rendah, misalnya: cabe, tomat, melati, mawar dan lain-lainnya. Ada tumbuhan yang berbatang keras, dan berbatang lunak. Ada yang berdaun lebar, tetapi ada pula yang berdaun kecil, serta bunga yang berwarna-warni. Begitu pula Anda akan menemukan tumbuhan-tumbuhan yang memiliki kesamaan ciri seperti: tulang daun menyirip atau sejajar, sistem perakaran tunggang atau serabut, berbiji tertutup atau terbuka, mahkota bunga berkelipatan 3 atau 5 dan lain-lain. Begitu pula pada hewan-hewan yang Anda temukan, terdapat hewan-hewan yang bertubuh besar seperti kucing, sapi, kerbau, dan yang bertubuh kecil seperti semut
serta kupu-kupu. Ada hewan berkaki empat, seperti kucing. Berkaki dua seperti ayam. Berkaki banyak seperti lipan dan luwing. Juga akan tampak burung yang memiliki bulu dan bersayap.
Di samping itu, Anda juga akan menemukan hewan yang hidupnya di air seperti: ikan mas, lele, ikan gurame. Dan hewan-hewan yang hidup di darat seperti kucing, burung dan lain-lain. Ada hewan yang tubuhnya ditutupi bulu seperti burung, ayam. Ada yang bersisik seperti ikan gurame, ikan mas, dan ada pula yang berambut seperti kucing, kelinci dan lain-lain.
Dari hasil pengamatan atau observasi di halaman sekolah, Anda telah menemukan adanya keseragaman dan keberagaman pada makhluk hidup.
Untuk lebih memahami uraian diatas, cobalah Anda kerjakan kegiatan praktikum berikut:
Judul : Keanekaragaman Hayati
Tujuan : Mengetahui keberagaman dan keseragaman makhluk hidup
di lingkungan sekitar.
Alat dan bahan : Lingkungan sekitar ( kebun, halaman )
Cara kerja:
1. Amatilah semua jenis makhluk hidup yang terdapat di kebun atau halaman sekolah.
2. Tuliskan nama-nama jenis hewan dan tumbuhan yang ada. Catatlah hasil pengamatan pada tabel sebagai berikut :
TABEL HASIL PENGAMATAN
No. Nama Jenis Mahluk Hidup Tumbuhan Hewan

Catatan : Beri tanda ( V ) untuk kolom tumbuhan dan hewan
Pertanyaan :
1. Ada berapa jenis tumbuhan dan hewan yang Anda temukan?
2. Tumbuhan dan hewan apa yang berbeda? Sebutkan!
3. Tumbuhan dan hewan apa yang sama? Sebutkan!
4. Mengapa tumbuhan dan hewan tersebut dikatakan serupa?
5. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan di atas.
Baik! Setelah Anda selesai melakukan kegiatan keanekaragaman hayati, sekarang cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut:
1. Jenis tumbuhan yang ditemukan ( berbeda-beda pada setiap tempat )
Jenis hewan yang ditemukan ( berbeda-beda pada setiap tempat )
2. Tumbuhan yang berbeda:
(misalnya: mangga, jeruk, kelapa, sirih, cemara, kembang sepatu dan lain-lain)
Hewan yang berbeda:
(misalnya: kucing, ayam, ikan, belalang, lipan)
3. Tumbuhan yang serupa:
(misalnya: mangga dengan jambu, kelapa dengan bambu)
Hewan yang serupa:
(misalnya: kucing dengan anjing, belalang dengan kupu-kupu)
4. Tumbuhan dan hewan tersebut dikatakan serupa karena memiliki ciri yang sama misalnya:
TUMBUHAN
- Mangga dan jambu memiliki sistem perakaran tunggang, urat daun menyirip, berbiji tertutup dan lain-lain.
- Kelapa dan bambu memiliki sistem perakaran serabut, urat daun sejajar dan lain-lain.
HEWAN
- Kucing dan anjing dilindungi oleh rambut, reproduksi secara generatif, menyusui dan lain-lain.
- Belalang dan kupu-kupu memiliki kaki 6 buah atau 3 pasang (Hexapoda), tubuh menjadi 3 bagian ( kepala, dada, dan perut ), bersayap dan lain-lain.
5. Kesimpulan
Ada keseragaman dan keberagaman dari berbagai jenis tumbuham dan hewan.
Bagaimana apakah Anda masih mengalami kesulitan? Kalau tidak mari kita lanjutkan dengan uraian materi tentang keanekaragaman hayati tingkat gen, jenis, dan ekosistem.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi |Home |
PUSTEKKOM@2005
.: KEGIATAN BELAJAR 1
KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan 1, Anda dapat:
1. menjelaskan tentang konsep keseragaman dan keberagaman dari
makhluk hidup; dan
2. membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis
dan ekosistem.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi | Home |

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis
Dapatkah Anda membedakan antara tumbuhan kelapa aren, nipah dan pinang? Atau membedakan jenis kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang buncis, kacang kapri, dan kacang hijau? Atau Anda dapat membedakan kelompok hewan antara kucing,harimau, singa dan citah? Jika hal ini dapat Anda bedakan dengan benar, maka paling tidak sedikitnya anda telah mengetahui tentang keanekaragaman jenis.
Untuk mengetahui keanekaragaman hayati tingkat jenis pada tumbuhan atau hewan, anda dapat mengamati, antara lain ciri-ciri fisiknya. Misalnya bentuk dan ukuran tubuh,warna, kebiasaan hidup dan lain-lain.
Contoh, dalam keluarga kacang-kacangan, antara lain; kacang tanah, kacang kapri, kacang hijau dan kacang buncis. Di antara jenis kacang-kacangan tersebut Anda dapat dengan mudah membedakannya, karena antara mereka ditemukan ciri-ciri yang berbeda antara ciri satu dengan yang lainnya. Misalnya ukuran tubuh atau batang (ada yang tinggi dan pendek); kebiasaan hidup (tumbuh tegak, ada yang merambat), bentuk buah dan biji, warna biji, jumlah biji, serta rasanya yang berbeda.

Gambar 2. Keanekaragaman jenis pada kacang-kacangan
Contoh lain, keanekaragaman pada keluarga kucing. Di kebun binatang, Anda dapat mengamati hewan harimau, singa, citah dan kucing.

Gambar 2. Keanek ragaman jenis pada hewan (a) harimau, (b) singan, (c) kucing dan (d) citah.
Walaupun hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu familia/suku Felidae, tetapi diantara mereka terdapat perbedaan-perbedaan sifat yang mencolok. Misalnya, perbedaan warna bulu, tipe lorengnya, ukuran tubuh, tingkah laku, serta lingkungan hidupnya.
Cobalah Anda perhatikan perbedaan sifat dari hewan berikut ini :
No. Ciri-ciri Kucing Harimau Singa Citah
1.

2.

3. Ukuran tubuh
Warna bulu

Tempat hidup Kecil

Hitam, putih, kuning
Hutan, rumah Besar

Hitam, putih, kuning
Hutan Besar

Hitam, putih, kuning
Hutan Sedang

Hitam/ putih
Pohon
Demikian pula pada kelompok tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah akan memperlihatkan perbedaan-perbedaan sifat pada tinggi batang, daun dan bunga. Contohnya kelapa, aren, pinang, dan lontar, seperti tampak pada tabel pengamatan berikut ini.
No Ciri-ciri Kelapa Aren Pinang Lontar
1. Tinggi Batang >30m 25m 25 15-30m
2. Daun -Panjang tangkai daun 75-150cm
-Helaian daun 5m, ujungruncing dan keras -Panjang tangkai daun 150cm Tangkai daun pendek -Panjang tangkai daun 100cm
-Helaian daun bulat, tepi daun bercangap menjari
3. Bunga Tongkol Tongkol Tongkol Bulir

Gambar 2. Keanekaragaman pada suku Palmae
Dari contoh-contoh di atas, Anda dapat mengetahui ada perbedaan atau variasi sifat pada kucing, harimau, singa dan citah yang termasuk dalam familia/suku Felidae. Variasi pada suku Felidae ini menunjukkan keanekaragaman pada tingkat jenis.
Hal yang sama terdapat juga pada tanaman kelapa, aren, pinang, dan lontar yang termasuk suku Palmae atau Arecaceae.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi | Home |
PUSTEKKOM@2005
.: KEGIATAN BELAJAR 1
KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan 1, Anda dapat:
1. menjelaskan tentang konsep keseragaman dan keberagaman dari
makhluk hidup; dan
2. membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis
dan ekosistem.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi | Home |

3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Di lingkungan manapun Anda di muka bumi ini, maka Anda akan menemukan makhluk hidup lain selain Anda. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya.
Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dan kelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman, dan kandungan mineral.
Baik komponen biotik maupun komponen abiotik sangat beragam atau bervariasi. Oleh karena itu, ekosistem yang merupakan interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik pun bervariasi pula.
Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Apa yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman tingkat ekosistem? Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem.

Gambar 2. Keanekaragaman ekosistem (a) padang rumput (b) padang tundra (c) gurun pasir
Perbedaan letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah.
Di daerah dingin terdapat bioma Tundra. Di tempat ini tidak ada pohon, yang tumbuh hanya jenis lumut. Hewan yang dapat hidup, antara lain rusa kutub dan beruang kutub. Di daerah beriklim sedang terdpat bioma Taiga. Jenis tumbuhan yang paling sesuai untuk daerah ini adalah tumbuhan conifer, dan fauna/hewannya antara lain anjing hutan, dan rusa kutub.
Pada iklim tropis terdapat hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki flora (tumbuhan) dan fauna (hewan) yang sangat kaya dan beraneka ragam. Keanekaragaman jenis-jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. Maka terbentuklah keanekaragaman tingkat ekosistem.
Totalitas variasi gen, jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat pelbagai variasi bentuk, penampakan, frekwensi, ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda-beda merupakan keanekaragaman hayati.
Keanekaragaman hayati berkembang dari keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat jenis dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Keanekaragaman hayati perlu dilestarikan karena didalamnya terdapat sejumlah spesies asli sebagai bahan mentah perakitan varietas-varietas unggul. Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akan terganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.
Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem tersebut dapat menimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnya gangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem , antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewan secara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebut secara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhi keanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusan gunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akan memusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem. Demikian halnya dengan bencana tsunami.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi | Home |
PUSTEKKOM@2005
: KEGIATAN BELAJAR 1
KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan 1, Anda dapat:
1. menjelaskan tentang konsep keseragaman dan keberagaman dari
makhluk hidup; dan
2. membandingkan ciri keanekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis
dan ekosistem.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi | Home |

TUGAS
Nah, untuk mengetahui kemampuan Anda mempelajari materi tersebut, silahkan kerjakan tugas praktikum berikut ini:
I. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Gen
Tujuan : Mengetahui adanya variasi morfologi pada buah mangga.
Alat dan bahan : Berbagai macam buah mangga yang terdapat di sekitarmu.
Cara kerja :

1. Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Ciri-ciri yang harus diamati, misalnya warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, warna daging buah dan ukuran biji.
2. Tuliskan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel berikut !
TABEL HASIL PENGAMATAN
No. Ciri-ciri Mangga
Harum manis Simanalagi Indramayu



Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban!
Pertanyaan :
1. Apa penyebab timbulnya keanekaragaman pada mangga?
2. Jelaskan pengertian dari gen!
3. Apa kesimpulan hasil kegiatan tersebut?

II. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies)
Alat dan Bahan:
1. Penggaris
2. Timbangan
3. Lima (5) jenis biji kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah, kacang kapri, dan kacang panjang.
4. Buku catatan praktikum
Langkah Kerja:
1. Buatlah tabel pada buku catatan praktikum, seperti contoh di bawah.
2. Amati secara seksama bentuk biji kacang satu persatu.
3. Amati warna setiap biji kacang.
4. Ukurlah dengan penggaris panjang setiap biji kacang, satu persatu.
5. Timbanglah berat setiap biji kacang, dengan menggunakan alat timbangan
6. Isikan data hasil pengamatan ke dalam tabel.

No. Jenis Biji Bentuk Warna Panjang Berat
1.
2.
3.
4.
5. Kacang Hijau
Kacang Tanah
Kacang Kedelai
Kacang Panjang
Kacang Kapri .......
.......
.......
.......
....... .......
.......
.......
.......
....... .......
.......
.......
.......
....... .......
.......
.......
.......
.......
Pertanyaan:
1. Berdasarkan hasil pengamatan, adakah keanekaragaman sifat pada biji-biji kacang tersebut?
2. Menurut Anda, apakah yang menyebabkan adanya keanekaragaman jenis?
3. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman tingkat jenis?
Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban!

III. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Alat dan Bahan:
1. 3 macam gambar ekosistem
2. Buku catatan praktikum

Langkah Kerja:
1. Pelajari gambar-gambar ekosistem dengan seksama
2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di buku catatan praktikum Anda

Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Pertanyaan:
1. Apa nama ekosistem pada gambar 1, gambar 2, dan gambar 3?
2. Tuliskan macam flora atau tumbuhan yang terdapat pada ekosistem gambar 1, 2, 3?
3. Tuliskan macam fauna atau hewan yang terdapat pada ekosistem gambar 1, 2, 3?
4. Dari ketiga macam ekosistem, manakah yang memiliki jumlah dan keanekaragaman makhluk hidup yang paling banyak?
5. Apakah yang dimaksud dengan keanekaragaman ekosistem?
Setelah Anda menyelesaikan semua kegiatan pada lembar tugas 1, cocokanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang tersedia. Setelah itu, silahkan Anda melanjutkan mempelajari modul pada kegiatan 2.
Cocokkan jawaban Anda dengan meng-klik kunci jawaban!

KUNCI JAWABAN
I. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Gen
Catatan : Data pengamatan di dalam tabel, hasilnya akan berbeda-beda pada setiap siswa.
Jawaban Pertanyaan:
1. Penyebabnya perbedaan gen
2. Gen adalah bagian kromosom yang mengendalikan ciri suatu makhluk hidup, bersifat diturunkan dari induk kepada turunannya.
3. Keanekaragaman tingkat gen, memperlihatkan adanya perbedaan/variasi sifat pada individu-individu dalam spesies yang sama.
II. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies)
Catatan: Tabel pengamatan, datanya berbeda-beda pada setiap siswa.
Jawaban Pertanyaan:
1. Terdapat keanekaragaman sifat pada macam-macam biji kacang, pada bentuk, warna, panjang dan berat.
2. Keanekaragaman jenis terbentuk karena kesesuaian antara perangkat gen dengan lingkungan tempat tinggalnya.
3. Keanekaragaman tingkat jenis ini memperlihatkan adanya perbedaan/variasi sifat pada bentuk, penampakan, frewkuensi, dan sifat lainnya antara spesies satu dengan lainnya.
III. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Jawaban Pertanyaan:
1. - Gambar 1, adalah ekosistem hutan hujan tropik/hutan hujan basah.
- Gambar 2, adalah ekosistem padang rumput.
- Gambar 3, adalah ekosistem gurun pasir.
2. Macam flora pada gambar 1: pohon, perdu, semak, memanjat dan lain-lain
gambar 2: jenis rumput-rumputan, dan sedikit pohon.
gambar 3: umumnya jenis kaktus.
3. Macam fauna pada gambar 1: kera, ular, burung, kelelawar, serangga, harimau,
jenis herbivora, dan lain-lain.
4. Ekosistem hutan hujan tropik/hutan hujan basah.
5. Keanekaragaman tingkat ekosistem, adalah keseluruhan makhluk hidup yang beranekaragam yang berhubungan erat dengan habitat dan faktor-faktor lingkungannya.

| Konsep Keanekaragaman Hayati | Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen | Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis|Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem | Tugas | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Uji Kompetensi | Home |
PUSTEKKOM@2005
.: KEGIATAN BELAJAR 2
KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 2, Anda dapat:
1. mengidentifikasi keaneragaman hayati di Indonesia berdasarkan
keanekaragaman jenis, ekosistem dan karakteristik wilayahnya
2. menunjukkan keunikan biodiversitas Indonesia berdasarkan
persebarannya
3. mengidentifikasi tumbuhan dan hewan khas di Indonesia yang memiliki nilai
tertentu; dan
4. mengidentifikasi upaya-upaya pelestarian keanekaragaman di Indonesia.

| Keanekaragaman Hayati di Indonesia| Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia | Hewan dan Tumbuhan Endemik di Indonesia| Kegiatan Praktikum | Nilai dan Manfaat Keanekaragaman Hayati | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |

Tahukah Anda, bahwa Indonesia merupakan salah satu dari tiga Negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi? Dua negara lainnya adalah Brazil dan Zaire. Tetapi dibandingkan dengan Brazil dan Zaire, Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Keunikannya adalah disamping memiliki keanekragaman hayati yang tinggi, Indonesia mempunyai areal tipe Indomalaya yang luas, juga tipe Oriental, Australia, dan peralihannya. Selain itu di Indonesia terdapat banyak hewan dan tumbuhan langka, serta hewan dan tumbuhan endemik (penyebaran terbatas).
Untuk lebih memahami materi tersebut, silakan Anda simak uraian mengenai keaneragaman hayati yang terdapat di Indonesia berikut ini!
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dan kutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia ini terlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti: ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput, ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut, ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memiliki keaneragaman hayati tersendiri.
Tumbuhan (flora) di Indonesia merupakan bagian dari geografi tumbuhan Indo-Malaya. Flora Indo-Malaya meliputi tumbuhan yang hidup di India, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Flora yang tumbuh di Malaysia, Indonesia, dan Filipina sering disebut sebagai kelompok flora Malesiana.
Hutan di daerah flora Malesiana memiliki kurang lebih 248.000 species tumbuhan tinggi, didominasi oleh pohon dari familia Dipterocarpaceae, yaitu pohon-pohon yang menghasilkan biji bersayap. Dipterocarpaceae merupakan tumbuhan tertinggi dan membentuk kanopi hutan. Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae misalnya Keruing ( Dipterocarpus sp), Meranti (Shorea sp), Kayu garu (Gonystylus bancanus), dan Kayu kapur (Drybalanops aromatica).
Hutan di Indonesia merupakan bioma hutan hujan tropis atau hutan basah, dicirikan dengan kanopi yang rapat dan banyak tumbuhan liana (tumbuhan yang memanjat), seperti rotan. Tumbuhan khas Indonesia seperti durian (Durio zibetinus), Mangga (Mangifera indica), dan Sukun (Artocarpus sp) di Indonesia tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi.
Sebagai negara yang memiliki flora Malesiana apakah di Malaysia dan Filipina juga memiliki jenis tumbuhan seperti yang dimiliki oleh Indonesia? Ya, di Malaysia dan Filipina juga terdapat tumbuhan durian, mangga, dan sukun. Di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa terdapat tumbuhan endemik Rafflesia. Tumbuhan ini tumbuh di akar atau batang tumbuhan pemanjat sejenis anggur liar, yaitu Tetrastigma.

Bagaimana dengan wilayah Indonesia bagian timur? Apakah jenis tumbuhannya sama? Indonesia bagian timur, tipe hutannya agak berbeda. Mulai dari Sulawesi sampai Irian Jaya (Papua) terdapat hutan non–Dipterocarpaceae. Hutan ini memiliki pohon-pohon sedang, diantaranya beringin (Ficus sp), dan matoa (Pometia pinnata). Pohon matoa merupakan tumbuhan endemik di Irian.
Selanjutnya, mari kita lihat hewan (fauna) di Indonesia. Hewan-hewan di Indonesia memiliki tipe Oriental (Kawasan Barat Indonesia) dan Australia (Kawasan Timur Indonesia) serta peralihan. Hewan-hewan di bagian Barat Indonesia (Oriental) yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Banyak species mamalia yang berukuran besar, misalnya gajah, banteng, harimau, badak. Mamalia berkantung jumlahnya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
2. Terdapat berbagai macam kera, misalnya: bekantan, tarsius, orang utan.
3. Terdapat hewan endemik, seperti: badak bercula satu, binturong (Aretictis binturang), monyet (Presbytis thomari), tarsius (Tarsius bancanus), kukang (Nyeticebus coucang).
4. Burung-burung memiliki warna bulu yang kurang menarik, tetapi dapat berkicau. Burung-burung yang endemik, misalnya: jalak bali (Leucopsar nothschili), elang jawa, murai mengkilat (Myophoneus melurunus), elang putih (Mycrohyerax latifrons).
Sekarang mari kita lanjutkan dengan hewan-hewan yang terdapat di Kawasan Indonesia Timur. Jenis-jenis hewan di Indonesia bagian timur, yaitu Irian, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, relatif sama dengan Australia. Ciri-ciri hewannya adalah:
1. Mamalia berukuran kecil
2. Banyak hewan berkantung
3. Tidak terdapat species kera
4. Jenis-jenis burung memiliki warna yang beragam
Irian Jaya (Papua) memiliki hewan mamalia berkantung, misalnya: kanguru (Dendrolagus ursinus), kuskus (Spiloeus maculatus). Papua juga memiliki kolek si burung terbanyak, dan yang paling terkenal adalah burung Cenderawasih (Paradiseae sp). Di Nusa Tenggara, terutama di pulau Komodo, terdapat reptilian terbesar yaitu komodo (Varanus komodoensis).
Sedangkan daerah peralihan meliputi daerah di sekitar garis Wallace yang terbentang dari Sulawesi sampai kepulauan Maluku, jenis hewannya antara lain tarsius (Tarsius bancanus), maleo (Macrocephalon maleo), anoa, dan babi rusa (Babyrousa babyrussa).

| Keanekaragaman Hayati di Indonesia| Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia | Hewan dan Tumbuhan Endemik di Indonesia| Kegiatan Praktikum | Nilai dan Manfaat Keanekaragaman Hayati | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005
: KEGIATAN BELAJAR 3
KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
>>Tujuan : Setelah selesai mempelajari kegiatan belajar 3, Anda dapat:
1. menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi;
2. menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati;
3. menjelaskan cara pemberian nama spesies dengan prinsip Bionemial Nomenklatur;
4. mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana; dan
5. membuat sendiri kunci determinasi secara sederhana.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi| Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |

Selamat Anda sudah selesai mempelajari kegiatan 2. Anda sudah memiliki pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, baik tingkat gen, tingkat jenis maupun tingkat ekosistem. Pengetahuan keanekaragaman hayati akan membantu Anda untuk memulai mempelajari kegiatan 3, yaitu klasifikasi keanekaragaman hayati. Semoga Anda selalu optimis, dan mampu mempelajari kegiatan 3. Selamat mempelajari!
1. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi
Jika Anda pergi ke supermarket atau pasar, Anda akan melihat deretan buah yang disusun rapi. Buah jeruk dikelompokkan dalam satu tempat. Demikian pula buah mangga, buah pisang, buah apel, buah papaya dan lain-lainnya dikelompokkan dan diletakkan di tempat tersendiri. Melalui pengelompokan ini, pengunjung atau pembeli akan lebih mudah mencari buah yang diinginkannya. Apa yang terjadi jika buah-buahan tersebut bercampur di tempat yang sama?
Demikian pula dengan makhluk-makhluk hidup yang lain. Untuk menyederhanakan begitu banyaknya jenis makhluk hidup sehingga mudah dipelajari, maka dikembangkan cabang Biologi khusus yang disebut Taksonomi. Taksonomi merupakan ilmu tentang identifikasi tatanama dan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan aturan tertentu.
Klasifikasi yang dilakukan oleh para ahli Biologi bertujuan untuk:
1. mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal;
2. mengelompokkan makhluk hidup berdassarkan ciri-cirinya;
3. mengetahui hibungan kekerabatan antar makhluk hidup;dan
4. mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.

Sedangkan klasifikasi memiliki manfaat penting yang dapat langsung diterapkan bagi kepentingan manusia, yaitu:
1. Pengelompokan memudahkan kita mempelajari organisme yang beraneka ragam.
Contoh pengelompokan berdasarkan manfaat:

Keterangan:
A. Daun dewa I. Bayam
B. Padi J. Ketela Pohon
C. Bunga Mawar K. Kumis Kucing
D. Bunga Anggrek L. Jagung
E. Sirih M. Bunga sepatu
F. Bunga kertas N. Kentang
G. Pule Pandah O. Jahe
H. Bunga lolipop

2. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh : harimau memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan kucing daripada dengan komodo, karena harimau dan kucing memiliki banyak persamaan ciri-ciri, misalnya: harimau dan kucing sama-sama menyusui, bertulang belakang, berkaki empat, karnivor dan berambut. Sedangkan komodo bertelur, berkaki empat, kulit bersisik dan melata.

Gambar 15. Pedagang buah mengelompokkan buah menurut jenis dan ukurannya untuk mempermudah pelayanan.

| Tujuan dan Manfaat klasifikasi | Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup | Sistem-sistem Klasifikasi|Tugas | Uji Kompetensi | Kegiatan Belajar 1 | Kegiatan Belajar 2 | Kegiatan Belajar 3 | Home |
PUSTEKKOM@2005
: DAFTAR ISI

IDENTITAS
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Kegiatan Belajar 1: KONSEP KEANEKARAGAMAN HAYATI

Uraian Materi
1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis
3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Uji Kompetensi 1
Kegiatan Belajar 2: KEANEKARAGAMAN HAYATI DI INDONESIA
Uraian Materi
1. Hewan dan Tumbuhan Langka di Indonesia
2. Hewan dan Tumbuhan Endemik di Indonesia
n A. Nilai Keragaman Hayati

B. Manfaat Keanekaragaman Hayati

Uji Kompetensi 2
Kegiatan Belajar 3: KLASIFIKASI KEANEKARAGAMAN HAYTI


Uraian Materi
1. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi

2. Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup

3. Sistem-sistem Klasifikasi


Uji Kompetensi 3


PENUTUP
DAFTAR ISTILAH
KUNCI KEGIATAN
DAFTAR PUSTAKA

1 komentar:

  1. harimau harusnya panthera tigris karena harimau kucing yang besar.. kalo kucing kecil baru felis..

    BalasHapus