Jumat, 06 November 2009

BUAH WALU

Jumat, 06 November 2009

Waluh Eksotis
Berkhasiat
dan Kian digemari

Janganlah anda merasa heran bila suatu saat di sepanjang jalan ada yang berjualan buah bentuknya bulat sebesar batok kelapa dengan warna oranye menyala, hijau bergaris putih atau juga hijau muda. Meskipun beragam namun semuanya merujuk pada satu jenis buah yaitu buah labu atau yang lebih dikenal dengan waluh. Di negara Thailand maupun negara pertanian yang sudah maju, jenis buah waluh ini malah lebih beragam. Ada yang bulat sampai gepeng, dengan tekstur halus maupun kasar hingga berbintil-bintil. Tentu saja ini berbeda dengan bentuk waluh yang sering kita konsumsi yang umumnya berbentuk gepeng, kulit tidak beraturan, warna kuning kecoklatan agak pucat, dagingnya oranye, kulitnya mulus dengan tonjolan melingkar dari atas ke bawah serta ukurannya besar-besar.

Waluh yang dipasarkan saat ini lebih eksotik, bervariasi dan beragam
Waluh yang biasa dikonsumsi dan sering dijumpai dipasar

Waluh yang ada sekarang terkesan lebih eksotik dan tidak makan tempat. Selain bentuknya bagus dan seragam, ukurannya pun tidak terlalu besar. Lebih dari itu, rasa dagingnya pun lebih manis. Meskipun bobotnya lebih ringan, waluh-waluh eksotik ini rupanya mulai digemari masyarakat karena selain penampilannya yang bagus, juga lebih efisien saat dibawa-bawa. Dengan hadirnya berbagai macam jenis waluh ini, maka konsumen tentunya akan memiliki vari-asi dalam memilih buah waluh untuk dimasak. Namun sayang, waluh (Cucurbita pepo, L) yang merupakan tanaman timun-timunan ini belum begitu dikenal luas manfaatnya di Indonesia. Padahal dengan kandungan vitamin A dan C yang tinggi namun rendah kalori, buah waluh ini sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai menu makanan. Buah waluh ini dapat disimpan lebih dari 6 bulan dalam kondisi apapun sehingga wajar bila di negara yang memiliki mu-sim dingin, banyak yang menyimpannya sebagai cadangan makanan. Ukuran buah waluh ini bervariasi dari yang kecil hingga ukuran raksasa. Namun umumnya ukuran waluh normal rata-rata 4 – 8 Kg. Penampilan tanaman waluh eksotik ini tidak jauh berbeda dengan waluh biasa yaitu memiliki batang yang keras berongga, daunnya berbulu halus , lebar dan dapat menjalar jauh.

Kaya Kandungan Gizi dan Cegah Batu Ginjal
Selama ini masyarakat kita lebih mengenal buah waluh hanya digunakan untuk kolak, atau sayuran. Sedangkan di negara Amerika Serikat, buah waluh banyak digunakan untuk kue, campuran pakan ternak maupun dekorasi terutama saat Hari Halloween. Namun hanya sedikit yang mengetahui lebih banyak manfaat lain dari buah waluh dengan mengkonsumsinya. Berdasarkan penelitan, di dalam daging waluh yang berwarna oranye tersebut terkandung berbagai macam zat yang berguna bagi kesehatan tubuh seperti : air, citruline, arginin, asparagine, adenin, carotene, niacin, riboflavin, thiamin, karbohidrat, serat, kalsium, pospor, besi, sodium, potassium, vit A, B dan C, lemak, asam askorbat, dan glukosa. Selain dagingnya, biji waluh ternyata mempunyai khasiat bagi kesehatan. Khasiat tersebut dibuktikan oleh beberapa peneliti di Amerika yang memanfaatkannya untuk mengatasi dan mencegah masalah batu ginjal. Bahkan percobaan penelitian yang dilakukan di Thailand mengenai biji waluh ini mengungkapkan bahwa dengan mengkonsumsi biji waluh sebagai camilan dapat membantu mencegah munculnya penyakit batu ginjal. Kurang lebih dibutuhkan 5 – 10 gram biji waluh per hari untuk pencegahan penyakit tersebut.

Bagaimana cara Membudidayakannya?
Waluh dapat tumbuh baik pada tanah dengan tekstur menengah baik di dataran rendah maupun tinggi hingga ketinggian 1500 m dengan suhu rata-rata 15 – 27 o C. Meskipun tanaman waluh lebih toleran terhadap tanah asam, namun sebaiknya pH tanah untuk tempat penanamannya berada pada kisaran 6 – 6.8. Tanah yang mengandung banyak unsur organik sangat membantu dalam proses penyerapan air. Tanah yang kekurangan unsur phospor akan menghambat pertumbuhan buah sedangkan bila tanah kekurangan nitrogen maka selain pertumbuhannya tidak optimal juga tanaman akan menghasilkan ranting maupun batang yang lemah.

Karena ukuran biji/benihnya besar, maka penanamannya bisa dilakukan secara langsung pada lubang tanam yang dibuat di lahan. Namun, untuk memperoleh hasil yang bagus dengan pertumbuhan optimal terutama untuk tanah yang kurang mengandung bahan organik, penyemaian benih terlebih dahulu sangatlah disarankan. Penyemaian dilakukan pada polibag dengan menggunakan media semai campuran pupuk kandang dan pasir (1 : 2). Untuk setiap satu kubik media semai sebaiknya ditambahkan 0.5 kg SP-36. Benih waluh ditanam pada setiap polibag yang telah diisi media semai serta ditata rapi di bedengan semai. Setelah berumur 10 hari , tanaman waluh sudah dapat dipindah-tanamkan ke lahan yang ditandai dengan munculnya 3 daun sempurna. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tidak layu.

Tanah yang akan dijadikan tempat penanaman harus diolah terlebih dahulu agar tercipta lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhannnya. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak dan menggaru. Sebelum dilakukan pengolahan, tanah sebaiknya dalam keadaan basah/lembab. Setelah melakukan pengolahan maka tanah dibentuk bedengan.

Cara penanaman waluh dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sistem telasah dan sistem para-para. Sistem telasah dilakukan sama seperti menanam untuk tanaman semangka. Bagi petani yang memiliki lahan luas, cara telasah merupakan cara yang sangat cocok, namun bila lahan yang dimiliki sempit, dapat dipakai sistem para-para.

Seperti halnya tanaman budidaya lain, waluh membutuhkan kegiatan pemeliharaan seperti pemupukan, pembersihan gulma, pengendalian hama penyakit, maupun pengairan.
Hama dan penyakit yang menyerang waluh tidak jauh berbeda dengan melon maupun tanaman timun-timunan lainnya. Hama yang paling merugikan tanaman waluh adalah thrips dan kumbang berbintik yang melemahkan perkembangan tanaman akibat kebiasannya memakan daun. Tanaman yang terserang thrips akan berubah menjadi kriting baik pada daun maupun pada tunasnya. Bila thrips tersebut menyerang buah maka buah akan berbentuk benjolan pada kulitnya dan mempunyai bentuk tidak sempurna. Agar serangan hama tidak meluas, maka setiap ditemukan gejala tersebut sebaiknya langsung dilakukan pengendalian dengan insektisida. Sedangkan penyakit yang sering mengganggu perkembangan tanaman waluh adalah downey mildew, powdery mildew serta antracnose (busuk buah), dan bercak batang. Menanam tanaman di areal yang bukan bekas famili timun-timunan sangat dianjurkan dan disarankan agar penyakit tersebut tidak menyebar ke tanaman waluh kita. Apabila hal itu tidak mungkin dilakukan maka satu-satunya jalan adalah melakukan pencegahan dengan memberikan fungisida dengan dosis yang tepat.
Agar diperoleh buah yang serempak dan seragam maka kita perlu melakukan “pewiwilan” yaitu memotong ujung batang yang dilakukan pada ruas ke-5. Dalam satu tanaman cabang yang dipilih sebanyak 2 buah. Dengan pewiwilan tersebut maka diharapkan buah yang tumbuh di masing-masing cabang mempunyai ukuran dan waktu panen yang sama.

Senin, 28 September 2009

REUNI KECIL

Teman , hari raya ini ada tambahan kegembiraan yang saya rasakan . Tahu kenapa ?
Saya ketemu beberapa temen eks SMA dulu , khusus kelas 3 IPA 1 angkatan 82 SMA N 1 Kebumen .
Emang sih gak semuanya datang tapi luamayan untuk kali pertama kita ketemu setelah pisah selama lebih kurang 27 tahun . Bayangkan 27 tahun kita gak ketemu . Setelah lulus SMA tahun 82 kita semua mencari dan menggapai hidup serta penghidupan masing" .
Bangga bangetlah , ternyata teman" sudah berhasil dan sukses .

Ada yang Prof , Doktor , Insinyur , Dokter spesialis , Dosen , Developer , dan dari yang kemarin datang he . . he . . saya paling minimalis ( guru SMA ) .
Hebat-hebat , saya salut sama teman-teman semua . Dan tentu saja terimakasih buat si pencetus ide kumpul-kumpul dan yang sudah mau repot mewujudkan pertemuan tersebut .

Ingat jaman SMA , memang sih kelas 3 ipa 1 , kelas saya itu anaknya pinter-penter semua ( he. . .he . . . ada juga yang cuma agak pinter )

eh cerita tentang reuni kecil to be continued ya , mau ngajar dulu .
puisi tentang " KASIH " itu terus terang bukan bikinan saya . Saya baca lupa dimana dan karena isinya bagus , saya adop saya masukkan ke blog saya . bagus banget isinya . thanks buat penciptanya .

Kamis, 27 Agustus 2009

KASIH
Kasih itu panjang sabar;
Kasih itu murah hati;
Ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri
Ia tidak sombong.
Kasih itu lemah lembut
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan
Ia tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan
Ia tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita krn ketidakadilan,
tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu,
Ia percaya segala sesuatu,
Ia mengharapkan segala sesuatu,
Dan Ia sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih itu tak berkesudahan

Minggu, 02 Agustus 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar